Filed under pawargo indonesia by Admin Pawargo on August 5, 2010 at 5:28 am
no comments
“ Edo..you are doing great…kamu jalan seperti biasa aja..its oke kok“ Sahut Marisa memberi semangat pada salah seorang peragawan. Bukan apa, si Edo satu-satunya yang paling amatir diantara 6 orang model yang akan memperagakan batik Allure, yang dibawa oleh team dari Jakarta. Batik ini di gelari orang sebagai batik Presiden, karena dalam beberapa kesempatan terlihat keluarga presiden SBY mengenakan batik ini. Mungkin juga karena Annisa Pohan yang merupakan mantu dari bapak SBY, adalah ambassador dari batik Allure ini. Ciri khas dari batik ini, banyak menampilkan warna-warna cerah seperti merah, ungu dan peralihan warna yang blending satu sama lain.
Indonesia festival 2010 yang diadakan di Los Angeles tgl 31 July 2010 ini memang dimeriahkan oleh rombongan dari Jakarta. Tidak tanggung-tanggung hampir 24 orang. Tadinya dalam rapat awal saya sempat pesimis, “Palingan juga ndak dapat visa..apalagi rombongan besar gitu…” sahut saya..Mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Tapi ternyata dengan lobby kuat dari pak Konjend kita kepada gubernur Jakarta yang merupakan teman baiknya, rombongan ini berhasil datang juga. “Aduh pak Butce..kita sebenarnya capek dan mendadak tapi karena diperintah oleh pak gubernur yach kita berangkat…” sahut bu Yuni yang merupakan kepala bidang Pariwisata Jakarta. Saya hanya mesem-mesem..maklum semua biaya sampai kesini ditanggung oleh mereka sendiri , luar biasa..
Disamping koleksi pakaian batik allure. Mereka juga membawa duta kesenian mereka 5 pemain music dan 5 penari jelita yang membawakan 5 macam tarian . Dan tentunya duta Jakarta yaitu Abang dan None Jakarta. Walaupun yang datang bukan juara 1 nya tapi wakil satu yaitu Dani dan Garniasih. Karena abang none Jakarta juara 1, sibuk dalam acara pemilihan none Jakarta 2010. Pikir-pikir untung juga jadi juara 2, malah bisa jalan-jalan keluar negeri. Yang menarik bagi saya selain ronggeng Jakarta adalah tari topeng. Topeng yang berbentuk kecil dengan wajah seorang wanita centil diperkuat dengan gerakan-gerakan lincah menggoda.Dan kesemuanya itu di iringi dengan live musik . (more…) INDONESIA FESTIVAL 2010 at Los Angeles
Filed under by Admin Pawargo on July 8, 2010 at 2:12 pm
4 comments
Salam sukses,
Parade 4Th of July di Philadelphia telah terlaksana, berkat kebersamaan dan tanggung jawab yang telah menjadi komitment bersama, kita bersama sama bawa budaya bangsa ke pentas international, ribuan penonton bertebaran di kiri kanan jalan dan alunan gamelan
Reog Singo Lodoyo USA yang sigrak kendangane dan alunan lagu lagu campursari membuat semangat para Jathilan,Warok,Ganongan dan Pembarong serta para supporter yg ada, dan Alhamdullilah kita bertambah teman dan berarti bertambah saudara yg juga telah mempunyai keinginan yang sama membaranya untuk bawa budaya bangsa kepentas international. Salam Happy ,…Happy ….Happy ..huhh! untuk warga Singolodoyo yang ada di Philadelphia dan sekitarnya.
apakah teman teman udah ada yg tau kepastian kapan panggung gembira dan bazar di tilden dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI?…(maksud saya harinya Sabtu atau Minggu ?… ) dan apakah dari kita Singolodoyo akan menampilkan andalannya yaitu Reog atau ada ide yang lain,mumpung ada waktu, kita ingin dengar masukan dari teman teman apa yg akan kita tampilkan untuk tahun ini, suatu paguyuban yg dinamis tak pantas rasanya kalau kita lewatkan begitu saja kesempatan ini.
Dan untuk undangan main di Bowie yaitu Tgl 02 Oktober 2010, panitia mengharapkan sekali partisipasi kita namun karena harinya hari Sabtu, kami ingin dengar komitment dari teman teman apakah kita sanggupi atau tidak ???….., dan panitia mengharapkan pada July 15 2010 ,kita sudah bisa memberikan keputusan sanggup atau tidaknya kita menghadiri undangan tersebut ?…..mohon disebar luaskan informasi ini kepada para pemain.Jadi ada dua kesempatan yang perlu kita rembuk, secepatnya.
Salam
Budi Riyanto
Dokumentasi Reog Singolodoyo USA Parade 4Th of July di Philadelphia
Filed under by Admin Pawargo on May 28, 2010 at 1:40 am
no comments
DUA TIM KESENIAN WONOGIRI BERANGKAT KE PERANCIS DAN CHINA
Kabupaten Wonogiri makin mengukuhkan diri sebagai kabupaten dengan pusat kebudayaan. Hal tersebut dibuktikan dengan memberangkatkan dua tim kesenian dari Wonogiri ke luar negeri. Kedua tim tersebut dipersiapakan untuk membawa misi kesenian ke negara Perancis dan China.
Dua tim tersebut, di bawah arahan Bupati Wonogiri H. Begug Poernomosidi, melakukan persiapan akhir sekaligus berpamitan di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (26/5) siang. Menurut Waluyo, S. Sos, Kabag Humas Setda Wonogiri, tim pertama yang akan berangkat ke Perancis, beranggotakan tujuh seniman wayang dengan dalang Ki Widodo Wilis Prabowo, S.Sn.
“Tim pertama ini akan berangkat ke Perancis awal bulan Juni 2010. Mereka diundang oleh Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Perancis untuk mengadakan pementasan wayang kulit tiga minggu hingga satu bulan,” kata Waluyo.
Ditambahkan, tim kedua yang, terdiri atas
20 penari Reog Ponorogo, akan mengadakan pentas budaya di
World Expo 2010 di Shanghai, China mulai 23 Juli hingga 9 Agustus 2010. “
Keberangkatan tim kedua ini merupakan penunjukan dari Kementerian Perdagangan RI yang memilih Jawa Tengah untuk menjadi wakil di acara itu, kemudian Jawa Tengah memilih Wonogiri untuk menampilkan Reog Ponorogo.”
Dalam sambutannya, Bupati meminta agar kedua tim dapat menunjukkan penampilan yang apik dan maksimal di negara-negara tersebut.
“Karena selain membawa misi kesenian, kita datang juga untuk membawa nama bangsa Indonesia di pentas dunia, juga membawa nama Wonogiri, yang sudah terkenal di belahan dunia ini bahwa kita kaya akan kebudayaan. Tentunya kita juga tidak mau kalah dengan kebudayaan negara lain.” sumber
Filed under by Admin Pawargo on April 14, 2010 at 2:16 pm
3 comments
Hujan yang mengguyur deras seluruh wilayah kota Banjarbaru sejak siang, dihari minggu lalu tidaklah menyurutkan antusias warga untuk menikmati
kesenian Reog Ponorogo yang digelar di taman air mancur pusat kota, dalam rangka ikut memeriahkan hari jadi k
ota Banjarbaru XI pada tanggal 20 April nanti. Bunyi-bunyian alat musik gending khas dari tanah Jawa, mengalun lembut ditabuhi gong dengan rancaknya oleh seniman reog yang tergabung dalam
Paguyuban Warga Ponorogo atau yang disingkat
PAWARGO telah berkiprah hampir 1 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 21 Juni 2009, yang dipimpin oleh
Bapak H Guntur S.W.
Riuh rendahnya kenong gamelan yang ritmis kadang menghentak mengiringi lenggak-lenggok penarinya yang anggun, luwes diantaranya masih berusia belia, tidak ketinggalan peralatan khas kuda lumping dan kepala barongan yang bertengger di perangkat “Dada Merak” terbuat dari bulu burung merak, yang khusus didatangkan dari Negara India ikut melengkapi penampilan mereka sore itu. Disela sela pertunjukan, pimpinan PAWARGO Bapak H. Guntur S.W., yang didampingi penasehat atau sesepuh paguyuban, Bapak H. Basori, mengatakan bahwa perkumpulan didirikan karena dilandasi rasa kecintaan mereka terhadap warisan leluhur yang patut dilestarikan.

Selain berkegiatan di bidang seni, Paguyuban ini juga melakukan aktivitas social seperti arisan, pasar murah dan lain-lain. Saat ini anggotanya telah mencapai kurang lebih 2000 orang yang domisilinya meliputi seluruh wilayah provinsi Kalimantan Selatan, dan anggotanya terbuka karena tidak harus berasal dari wilayah Ponorogo Jawa Timur. Selain itu kesenian dari Paguyuban ini telah di kreasikan dengan perpaduan budaya setempat, dimana dalam hiasannya menyertakan gambar rumah Banjar, hal ini dimaksudkan sebagai symbol menyatunya mereka dengan budaya setempat.
Selain tarian kuda lumping ataupun tembang (nyanyian), kesenian Reog memiliki tarian khas tersendiri yaitu tarian Barong/kepala singa yang menempel pada “Dada merak” dengan bobot keseluruhan bisa mencapai hingga 70 kilogram lebih, selanjutnya penari akan mengigit kuat bagian tertentu sebagai pegangan di kepala singa tersebut. Konon untuk melakukan tarian ini diharuskan melakukan ritual tertentu yang dianggap orang awam lebih bernuansa magis. Namun hal ini dibantah langsung oleh Bapak H. Guntur S.W., dimana menurut beliau kesenian yang mereka usung adalah murni karena ketrampilan para penarinya hanya dapat diperoleh dari latihan rutin selama ini. Pendek kata semua orang bisa melakukan tarian ini asal mau berlatih dengan tekun! yang diamini oleh para
pengurus PAWARGO lainnya.
Di lain kesempatan Bapak
Drs. H. Ogi Fajar Nuzuli M.Pd., M.A.P., atau biasanya yang disapa akrab “Bang Ogi” yang turut hadir untuk membuka acara pentas mengatakan, “
bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru sangatlah mendukung dan membuka seluas-luasnya bagi para penggiat seni untuk menumbuh kembangkan segala kesenian di kota Banjarbaru”.
Beliau juga menambahkan bahwa kota Banjarbaru dengan jumlah penduduknya berkisar 120 ribu jiwa sangatlah beragam asal usulnya, sehingga adat istiadat ataupun jenis kesenian dan budaya yang dibawa tentunya beragam. Lambat laun kota ini satu saat nanti bisa menjadi “Indonesia Mini“ karena keragaman tersebut, tentu saja hal ini harus juga diikuti dengan proses harmonisasi antar budaya. Sehingga kebhinekaan yang ada di tengah masyarakat sebagai perwujudan anugrah “Illahi” yang mampu membawa masyarakatnya hidup berdampingan dalam ketentraman dan rasa saling menghargai. Sehingga dari forum forum pentas kesenian semacam ini masyarakat khususnya Banjarbaru akan semakin mengenal dan menghargai ragam budaya disekelilingnya sebagai kekayaan yang tidak dapat dinilai!
Filed under by Admin Pawargo on February 18, 2010 at 1:50 am
one comment
Selasa, 16 Februari 2010
Tim Karnaval Indonesia meraih juara pertama untuk kategori tamu mengalahkan 100 peserta lainnya pada Parade Karnaval Braunschweig, yang diselenggarakan di kota Braunschweig, negara bagian Niedersachsen, 14 Februari 2010.
Karnaval tersebut adalah parade aneka busana baik tradisional maupun kontemporer mengelilingi kota Braunschweig sekitar 6 km perjalanan .Acara diikuti oleh sekitar 300 group yang menampilkan tari-tarian dan alat musik menggunakan truk atau mobil bak terbuka didekor unik dan kreatif. Karnaval ini dilaksanakan setiap bulan Februari dan ketiga terbesar di Jerman. kegiatan tersebut merupakan merupakan pesta rakyat besar terutama untuk menyambut masa Pra-Paskah.
Keikutsertaan Indonesia diisi oleh KJRI Hamburg bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia – Jerman (DIG) Niedersachsen yang juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperingati acara peringatan 50 tahun HUT kerjasama sister city Bandung-Braunschweig.
Kendaraan dari peserta Indonesia didekorasi dengan aneka ornamen, payung, becak disertai dengan 30 penari berpakaian adat Indonesia yang menampilkan
tarian Reog Ponorogo.
Penampilan Reog Ponorogo menarik perhatian para penonton karena pakaian tradisi Indonesia khususnya Jawa merupakan keunikan dan belum pernah disaksikan oleh masyarakat setempat. Penampilan tersebut diisi dengan tari kuda lumping, tari
Reog Ponorogo, tari Singabarong, berbagai busana khas Indonesia lainnya dan pemain gong.
TV terbesar di Jerman Utara, NDR yang menyiarkan acara karnaval Braunschweig secara live, sangat antusias meliput penampilan Reog Ponorogo. Berita tentang parade karnaval tersebut juga diliput oleh stasiun TV nasional Sat 1.
Selama parade berlangsung selalu ada interaksi antara penari, pemimpin rombongan dan penonton, sehingga kepuasan para penonton dalam pementasan Reog Ponorogo selalu menjadi perhatian utama. Konjen RI beserta staf KJRI Hamburg hadir untuk memfasilitasi dan memberikan dukungan semangat kepada group Indonesia guna mensukseskan acara karnaval ini.
(Sumber: KJRI Hamburg)
Dokumentasi Braunschweiger Karneval
suasana rombongan Indonesia pada Braunschweiger Karneval.14 Februari 2010 (foto: Dok. KJRI Hamburg)



Konjen RI (kiri) ketika melihat Kendaraan Rias Indonesia di Braunschweiger Karneval
Komentar terbaru