Filed under by Admin Pawargo on June 27, 2010 at 11:24 pm
no comments
Waktu kampanye terbuka yang diberikan KPUD Ponorogo tampaknya tidak disia-siakan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Ponorogo. Seperti yang dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ponorogo nomor urut 1. Yakni, pasangan Muhadi – Yusuf (Hayu).
Pasangan yang diusung dari koalisi partai PKB, PDIP dan PKS ini tampaknya tak mau main-main dalam meraih simpati dari masyarakat Ponorogo. Sebab, dalam kampanye terbuka ini, pasangan Hayu sengaja mendatangkan aktor film era 1990’ Rano Karno atau yang kerap disapa ‘Si Doel’.
Dalam kampanyenya bersama pasangan Hayu, Rano Karno sengaja ‘blusukan’ ke sejumlah pasar di seputaran Kota Ponorogo. Salah satunya di Pasar Songgolangit. Tak pelak, melihat pemain sinetron masuk pasar, para pengunjung maupun pedagang langsung berebut untuk bersalaman maupun berfoto bersama.
“Saya suka masyarakat Ponorogo, orangnya familiar dan ramah. Selain itu, pasar di Ponorogo juga sangat bersih, tidak seperti pasar yang saya bayangkan sebelumnya,’’ kata Rano Karno usai minum kopi bersama Muhadi di salah satu kedai di Pasar Songgolangit ini.
Tak hanya kunjungi pasar, Rano Karno juga kampanye di Alun-alun untuk mensukseskan pasangan Hayu. Sebelumnya, psangan Hayu juga mendatangkan artis dan juga sekaligus anggota DPR RI, yakni Rieke Diah Pitaloka atau yang kerap disapa Oneng.
(nurqomar/dms)
Filed under by Admin Pawargo on June 18, 2010 at 8:46 am
no comments
PONOROGO – Tiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo menggelar pawai keliling kota dan desa untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai pelaksanaan Pilkada Ponorogo, 4 Juli.
Konvoi yang dilaksanakan Kamis (17/6) sore itu berlangsung meriah karena para peserta mengusung pengeras suara dan mengenakan kostum warna-warni. “Ini merupakan bagian dari kampanye kami untuk menggelar pilkada damai. Berbeda pilihan boleh, tapi jangan sampai ada konflik, apalagi melakukan tindakan anarkis,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo, Abdul Azis.
Sebelum konvoi, ketiga pasangan calon, yakni Suprianto-Nyamut Suseno, Muhadi Suyono-Yusuf Pribadi, dan Amin-Yudi Widyaningsih, menandatangani kesepakatan atau ikrar bersama tentang kesiapan untuk menang dan kalah. Ada beberapa poin penting yang disepakati dalam ikrar tersebut, di antaranya komitmen menggelar kampanye secara damai dan kesiapan untuk menghormati seluruh hasil pemilihan kepala daerah (pilkada).
“Prinsipnya adalah semangat untuk bersikap jujur serta kemauan untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama selama pilkada berlangsung,” kata Azis. ant
(Supriyanto, Muhadi, dan Amin)
PILKADA KABUPATEN PONOROGO, 4 JULI 2010
Urutan Cabup-Cawabup:
1. H Muhadi Suyono-Yusuf Pribadi (HaYu)
Pengusung: PKB, PDIP, dan PKS
2. H Amin-Yuni Widyaningsih (ADA)
Pengusung: Partai Golkar
3. Supriyanto-Nyamut Suseno (PriMus)
Pengusung: Partai Demokrat dan PKPB
CATATAN:
- Muhadi saat ini sebagai Bupati Ponorogo, Yusuf Pribadi adalah Kepala Dinas Indakop.
- Amin saat ini Wakil Bupati Ponorogo, Yuni Widyaningsih anggota DPRD Ponorogo sekaligus Ketua DPD Partai Golkar.
- Supriyanto adalah mantan Ketua DPRD Ponorogo periode 2004-2009. Ia dipecat dari anggota PDIP sekaligus dari anggota DPRD Jatim karena maju ke pilkada melalui Partai Demokrat, sementara PDIP merekomendasi Muhadi, Nyamut Suseno adalah Kepala Desa Crabak, Slahung.
Sumber : Surabayapost, Radar Madiun
Filed under by Admin Pawargo on June 15, 2010 at 4:11 pm
no comments
Ponorogo, zonaberita.com – Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, patut dipertanyakan menjelang pelaksanaan Pilkada 4 Juli 2010 mendatang. Ini menyusul dugaan adanya kegiatan Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Ponorogo, yang diduga mengelolah polling dukungan dari masyarakat melalui barter koran lokal yang jumlahnya mencapi ribuan eksemplar.
Apalagi, dua cabup (calon Bupati) Ponorogo Tahun 2010-2015 merupakan incumbent. Yakni Muhadi Suyono masih tercatat sebagai Bupati Ponorogo dan salah seorang rival politiknya, Amin masih menjabat sebagai Wakil Bupati Ponorogo periode 2005-2010.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pengelolaan polling itu, sudah berlangsung lama. Akan tetapi, diduga baru mencuat sejak beberapa pekan terakhir ini. Yakni polling yang ditukar dengan ribuan eksemplar koran untuk mengunggulkan salah satu pasangan calon. Selanjutnya, digunting dan disebarkan ke bagian PNS dan masyarakat umum lainnya.
Ketua Panwas Pilkada Ponorogo, Arif Supriyadi mengaku belum menerima laporan mengenai dugaan pengelolaan polling tersebut. Menurut lelaki berambut panjang dan berkuncir ini, pihaknya akan segera mengklarifikasi ke sejumlah bagian terkait di lingkungan Pemkab Ponorogo. “Kami belum dapat laporannya, tetapi kalau memang ada unsur kesengajaan, jelas itu menyalahi aturan. Sebab, mereka adalah PNS dan tidak diperbolehkan mendukung membuat opini atau mala menjadi tim sukses pasangan tertentu,” terangnya, Selasa (15/6/2010).
Hal senada diungkapkan pengamat politik lokal Ponorogo, Agung Adi Liyanto, menurutnya, dugaan adanya pengelolaan poling yang dilaksanakan bagian Humas dan Protokoler itu, jelas menyalahi aturan. Sebab, mencederai proses demokrasi di Ponorogo. Apalagi, yang terlibat kalangan PNS. “Seharusnya cepat dihentikan kalau memang kenyataannya seperti itu. Sebab, akan menyederai pendidikan politik dan menyebabkan pelayanan umum terganggu,” tegasnya.
Terpisah, Kabid Humas Pemkab Ponorogo, Budi Setyono mengaku tidak ada pengelolaan polling. Menurutnya, pihaknya hanya memasukkan berita yang dibarter dengan koran. “Bukan polling mas, hanya berita yang ditukar koran,” katanya.
Pilkada Ponorogo, 4 Juli 2010 mendatang bakal diramaikan 3 pasangan kandidat, diantaranya Muhadi Suyono-Yusuf Pribadi yang diusung koalisi PKB, PDI Perjuangan, dan PKS. Amin-Yuni Widyaningsih diusung Partai Golkar, dan pasangan Suprianto-Nyamut Saseno diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
Muhadi Suyono kini masih menjabat sebagai Bupati Ponorogo. Sedangkan, Amin masih menjabat sebagai Wakil Bupati Ponorogo. Serta Yusuf Pribadi, mantan Kepala Dinas Industri, Perdagangan, dan Koperasi (Indakop) Pemkab Ponorogo.
(aya/isp)
Filed under by Admin Pawargo on April 6, 2010 at 12:40 am
no comments
Radar Madiun
[ Senin, 05 April 2010 ]
VS
Amin-Muhadi Kantongi Rekom
Dipastikan Bertarung dalam Pilkada Juli Nanti
PONOROGO – Pertarungan para kandidat dalam Pilkada Ponorogo mendatang dipastikan bakal seru. Pasalnya, dua pucuk pimpinan pemkab setempat dipastikan bakal berhadap-hadapan dalam pertarungan itu. Yakni, Bupati H Muhadi Suyono dan Wakil Bupati H Amin.
Kepastian tersebut diperoleh setelah mereka sama-sama mengantongi rekomendasi dari partai politik yang memberangkatkanya. Muhadi resmi direkomendasi sebagai calon bupati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sedang Amin diberangkatkan Partai Golkar. ”Rekomendasi dari DPP sudah kami serahkan kepada Muhadi akhir pekan kemarin,” terang Ketua DPC PKB H Ibnu Multazam kemarin (4/4).
Tak hanya rekomendasi, Multazam juga telah menyerahkan formulir pendaftaran calon bupati dari KPU ke Muhadi. Diharapkan, Muhadi segera menyiapkan persyaratan yang ditentukan KPUD. ”Majunya Muhadi itu sudah final, makanya kami beri waktu untuk menyiapkan persyaratan,” tegasnya.
Tak mau kalah dengan PKB, DPD Partai Golkar Ponorogo juga telah menetapkan Amin sebagai cabup dari partai berlambang pohon beringin itu. Penetapan itu dilakukan melalui rapat pengurus harian DPD. Surat penetapan itu telah diberikan kepada Amin. Termasuk formulir pendaftaran yang diambil Golkar dari KPUD. ”Keputusan itu sudah final dan mendapat dukungan seluruh jajaran pengurus partai,” terang Ali Mufthi, sekretaris DPD Golkar kemarin.
Meski telah sama-sama menetapkan cabup, baik Ibnu Multazam maupun Ali Mufthi mengaku belum menetapkan calon wakil bupati (cawabup). Alasannya, keduanya masih melihat perkembangan politik yang ada. Seperti kemungkinan adanya partai yang ingin bergabung dalam koalisi. ”Saat ini masih dibahas, dua atau tiga hari lagi mungkin sudah final pasangan itu,” tegas Ali Mufthi.
Sementara, beberapa partai besar yang telah mengambil formulir juga belum berani mengumumkan calon yang bakal diusung. Seperti PDIP yang hingga saat ini belum ada keputusan tentang kandidat yang bakal diusung. Hal yang sama juga dilontarkan Marjuki, ketua DPC Demokrat yang mengaku akan mengumumkan calonnya saat pendaftaran kelak. ”Tunggu saja, pada saatnya nanti pasti akan kami umumkan,” katanya singkat. (dhy/sad)
Komentar terbaru