BATAM- Paguyuban Warga Ponorogo (PAWARGO) Kecamatan Bengkong menggelar pagelaran seni Reog Ponorogo yang di tampilkan pada acara peletakan batu pertama pembangunan pendopo warga Ponorogo Kecamatan Bengkong, Minggu (25/4). Acara yang digelar di lapangan Bengkong Pertiwi tersebut dihadiri Wakil Walikota Batam Ria Saptarika. Acara di kemas dengan menampilkan kesenian ponorogo tersebut disambut antusias oleh masyarakat Bengkong tidak hanya dari warga ponorogo namun juga masyarakat etnis lainnya yang memenuhi lapangan Bengkong Pertiwi.
Ketua Pawargo Batam Setyo Edi mengatakan warga Ponorogo yang berdomisili di Kecamatan Bengkong berjumlah 500 orang dan tergabung dalam pawargo ranting Kecamatan Bengkong. Setyo menambahkan, warga Ponorogo di Batam pada umunya adalah pekerja di sektor informal di Kota Batam, dikatakannya warga Ponorogo di Batam siap mendukung program Pemko Batam.
“Dengan seni Reog Ponorogo warga Ponorogo siap mensukseskan Visit batam 2010 kapanpun di butuhkan” tutur Setyo.
Pada kesempatan tersebut Wawako juga meletakkan batu pertama pembagunan pendopo pawargo Bengkong. Pendopo ini dimaksudkan selain sebagai sekretariat pawargo juga sebagai tempat latihan dan membina generasi muda melalui seni khususnya seni Reog Ponorogo.
Dalam sambutannya Wawako merasa senang sekali bisa hadir di tengah-tengah warga ponorogo yang ada Kecamatan Bengkong. Ria mengatakan mendengar kata warok , saya teringat dengan buku yang berjudul “Waroq wal Baroq” yang dalam bahasa indonesia artinya loyalitas dan anti loyalitas. Dengan demikian warok bisa juga diartikan orang yang loyal, disambut tepuk tangan warga ponorogo. Dikatakan Ria rupanya tidak hanya melayu yang identik dengan Islam, budaya reog juga ternyata identik dengan islam.
Atas nama Pemerintah Kota Batam Ria, mendukung pembangunan pendopo ini sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan dan menjaga tradisi seni dan budaya khususnya kesenian Reog Ponorogo. Menurutnya kesenian reog ini sangat menarik karena memadukan unsur seni dan kekuatan pelakonnya. “Saya saja sangat tertarik apalagi wisatawan asing” kata Ria.
(crew_humas/yd)
Pawargo Batam Siap Dukung Visit Batam
anak moeda reog (amore) BATAM
*Salam buat ponorogo meskipun tidak ada di ponorogo
Wong ponorogo dimana saja ada
“Nggegayuhan – gegayuhan kang mulya
Tetulung marang sapodho
Manembah marang sing kuasa
Ngudi kaweruh marang kang migunani
Tumindak kang becik ninggal samu barang kang olo
Berbanggalah kamu menyebut AKU cah ponorogo
(iki lho……… ndlondonge wong ponorogo)”
K: Kemauan (ketrampilan,Keberhasilan)
U: untuk (kebahagiaan,kemajuan dan Kemakmuran)
“Bangga menyebut anak kota Reyog, Tapi berbanggalah jika dibanggakan oleh kota Reyog“
TTD
PANITIA ANNIVESARY
—————————————————————————————–
Annivesary tahun pertama dan Perubahan Nama AMORE
Assalamu’alaikum wr.wb.
Tumbuh berkembangnya Paguyuban Warga Ponorogo (PAWARGO) Batam harus diringi oleh rasa memiliki dan kebersamaan. Mengacu pada dasar dan tujuan dari berdirinya Paguyuban Warga Ponorogo yaitu sosial kemasyarakatan. Melihat latar belakang warga Ponorogo yang berbeda dari berbagai aspek, tapi masih sama dan satu punya budaya yang sangat bisa kita banggakan bersama yaitu TARI REYOG dan telah menjadi satu kebanggaan masyarakat di Indonesia. Maka sepantasnya kita sebagai generasi muda yang lebih baik mari kita majukan budaya kita ini. Meskipun dibilang jadul hal itu tidak ada selain dari Ponorogo, Meskipun tidak sepenuhnya masyarakat Ponorogo menyukai Tari Reyog. Kita mencintai budaya kita bukan karena kita lahir di kota tersebut melainkan darah yang mengalir dalam tubuh ini.
Masih banyak hal yang harus kita kerjakan sebagai generasi muda untuk menjadi yang terbaik. Sebaliknya Perkembangan pergaulan bebas tumbuh begitu pesat yang ada di kota Batam. Sebagai anak moeda Reyog kami tidak ingin terlalu jauh terbelenggu dan tersesat dalam dunia tersebut. Maka kami anak moeda reog (amore) ingin mengadakan acara “anniversary amore tahun pertama dan perubahan nama amore” yang dulu (anak monster reog) yang terkesan sangar, seram dan menakutkan. Sekaligus rekomendasi dari para orang tua kita dari Pawargo Batam untuk merubah nama, tapi kita bisa menerima masukan tersebut menjadi (anak moeda reog). Bertujuan untuk saling mengenal sesama anak Ponorogo dan memper erat tali persaudaraan generasi muda anak Ponorogo yang ada di kota Batam dan mengingat kita semua adalah anak perantauan.
Dengan jalan refres ini karena kesibukan masing masing secara tidak langsung akan timbul suasana baru, mendapatkan keluarga baru mendapatkan sosok orang tua, kakak, adik dan teman. Kebahagiaan akan timbul dan ketentraman, kenyaman jika kita dapat merasakan indahnya kebersamaan yang ada dalam keluarga kita yaitu anak moeda reog (amore) dalam lingkup kecil dan keluarga besar Paguyuban Warga Ponorogo (pawargo).
- Ketua : Tri Budi Usodo (sodo bithink)
- : Agus (abdul aziz bledus)
- Bendahara : Sri wahyuni (mboke Sarkonah Muka Kuning )
- Sekretaris : Tiya haning (mboke Batam Centre)
- Protokol : Erna (Markojah Ijjah)
- Seksi-seksi
- · M Yusuf Awaludin (ucup kaspow)
- · Stefani Kurnia (gendut)
- · M. Ihwan Nasikin (boneng)
- · Sri Susanti
- - Permainan bakiak
- - Pukul terong
- - Makan Krupuk
- - Coin Tepung
- - Tarik Tambang
- - Rias
- - Suap pisang
- · Didik (Kempot) Batak
- · Aning (Menying)
- · Dwi handoko
- · Siti Puspa fidah
- · Semua peserta
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
PANITIA ANNIVESSARY
———————————————————————————————
Ditunggu Kabar dari PAWARGO dari kota dan belahan Dunia yang lain!!!!
———————————————————————————————
Reyog Pawargo Batam
Salam budaya dan seni…..
Sungguh anugerah Tuhan yang tak ternilai kepada Indonesia, Pawargo Batam telah eksis dengan kebudayaan Reyog nya. Reyog di Batam termasuk salah satu Paguyuban Warga Ponorogo yang eksis di Indonesia. Semoga tetap lestari kebudayaan dan Kesenian luar biasa ini.













Komentar terbaru