
Visit Indonesia 2010
Pawargo.com – Beberapa hari yang lalu, TVRI menayangkan acara Budaya Cermin Bangsa. Acara yang dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik membahas tentang Potensi Pariwisata Indonesia. “Indonesia negara yang kaya, sehingga membuat iri negara lain untuk memilikinya…” kata beliau.
Beliau juga menambahkan, seniman dan pelaku seni di Indonesia sangat tinggi antusiasnya untuk tetap melestarikan Seni dan Budaya Indonesia. “beliau-beliau (pelaku seniman) sampai lupa lelah, tidur, bahkan makan. Coba anda lihat bagaimana keadaan para seniman Indonesia??? di usia senja, beliau masih tetap sebagai pelaku seni.” tambahnya. Sudah sepantasnya Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan tertinggi bagi para seniman yang memang berhak mendapatkan. Hidup dengan seni dan tekad untuk tetap melestarikan kesenian Indonesia. Semoga generasi muda semakin banyak yang mempelajari Kebudayaan dan Kesenian. (more…) Seniman tak kenal lelah, tidur dan bahkan makan
by St Rochmah on Saturday, August 14, 2010 jam 10:58pm

Pawargo Serang
Minggu, 8 Agustus 2010. Undangan itu tertulis jam 13.00 WIB, tapi rupanya jam 14.30 kami baru bisa berangkat ke rumah pak Sugeng di Banjar Asri Serang.Sampai di sana, ternyata sudah ngumpul semua bahkan ada Pak Drs.Imam Tohari MA, yang sudah lama sekali absen di Pawargo Serang. Alhamdulillah bahkan semalam pun Pak Tohari dengan Pak sugeng juga ke rumah untuk ke Cilegon, katanya sih ke rumah pak Haji Prayit, biasa silaturahmi menjelang puasa.Pak Yoyok juga datang, biasalah … sendirian.
Pak Murtado dengan istrinya juga datang,Pak Marjuni, sendirian habis ngajar bahkan masih menggunakan baju resmi (bathik). Pak sukamto ga datang, tapi istrinya dan anak-anaknya lengkap datang semuanyaPak Haji suwarno, sudah dua pertemuan ini ga datang katanya lagi umroh.Pak kyai enting Kasman, entahlah ga pernah datang sudah lama banget sibuk dengan jamaahnya kali. (more…) Munggahan Pawargo Serang
Kesenian lain dari kota Ponorogo adalah Gajah-gajahan.

Kesenian Ponorogo
Pawargo.com – Pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 65, Gajah-gajahan kembali hadir menghibur masyarakat Ponorogo. Kali ini grup gajah-gajahan dari Desa Nailan nampak memenuhi jalan raya Ponorogo – Pacitan tadi sore (08/08) diiringi oleh ratusan warga sekitar. Dalam perkembanganya, gajah-gajahan ternyata masih mendapat ruang di masyarakat Ponorogo. Hal ini terbukti dari antusias warga dalam menyaksikan kesenian kesenian khas Ponorogo ini dalam berbagai acara.
Sebuah kesenian tradisional berupa boneka gajah besar ini ternyata mempunyai hubungan sejarah dengan Kesenian Reog/Reyog.
Seperti kutipan topik Melacak Masa Silam Kesenian Gajah-gajahan (more…) Kesenian Gajah-gajahan (khas Ponorogo)

KRI DEWARUCI
Senin, 02 Agustus 2010 00:00
KRI Dewaruci milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) mendapat tiga penghargaan di Belgia . Ketiga penghargaan itu adalah kapal dengan formasi terbaik saat berlabuh, kapal asal terjauh dan tim olahraga basket terbaik . Penghargaan itu diberikan oleh Panitia Tall Ship Race 2010 kepada Letkol
(Laut) Suharto usai parade di lapangan terbuka di pusat kota Antwerpen pada Senin 12 Juli 2010 . Dalam siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia Brussels menyatakan, parade dan pengumuman itu disaksikan oleh Wali Kota Antwerpen, Komandan Pelabuhan Laut Antwerpen, KBRI Brussels, serta warga Indonesia dan ribuan masyarakat Belgia .
Kepala Penerangan, Sosial-Budaya dan Diplomasi KBRI Brussels, Priatna mengatakan, parade itu diikuti peserta dari berbagai negara . Dalam parade itu, Marching Band Gita Taruna yang beranggotakan para kadet KRI Dewaruci membawa kain panjang bertuliskan Indonesia . Dijelaskan, para taruna itu berjalan sepanjang 3 kilometer dan tampil sangat memukau .
Pada parade itu, kadet Dewaruci menyanyikan empat lagu berbahasa Inggris, seperti Besame Mucho, La Bamba, Oh Carol dan Jingle Bell dengan aransemen yang energik. Menurut Priatna, masyarakat Belgia yang menyaksikan parade itu sangat terpukau dan bertepuk dengan meriah atas kekagumannya pada keunikan kadet memainkan lagu-lagu itu . (more…) KRI Dewaruci Meraih Penghargaan Internasional
Pawargo.com – menelusuri kota Ponorogo serasa belum lengkap tanpa sajian kuliner ataupun jajanan khasnya. Kota yang terletak di sebelah barat laut Propinsi Jawa Timur ini, merupakan salah satu
kota Budaya dan Seni di Indonesia Raya. Kesohoran
Kesenian Reyog Ponorogo telah tersebar di seluruh penjuru dunia. Sebuah kekayaan budaya warisan nenek moyang yang harus tetap dilestarikan keberadaannya.
Selain terkenal dengan
KOTA REYOG, Ponorogo juga sering disebut
kota SANTRI. Hal ini terbukti dengan keberadaan
Pondok Modern Gontor di Kecamatan Mlarak.
Pondok Modern GONTOR merupakan salah satu Pesantren terbesar di Indonesia. Ribuan santri dari belahan dunia belajar Ilmu Islam disini. Selain Gontor, masih banyak Pondok Pesantren di Ponorogo, antara lain Al-mawwadah, Ar-risalah dll
Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono ke salah satu gang Sate merupakan kehormatan tertinggi bagi pengusaha sate dan sekitarnya. Betapa tidak, orang nomor satu di Indonesia singgah dan sekedar menikmati kelezatan sate khas Ponorogo itu. Sate Ponorogo mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh sate di seluruh Indonesia, daging yang utuh memanjang dengan bumbu rempah yang gurih kunci utama
Kenikmatan SATE PONOROGO .
Bila anda sudah pernah berkunjung ke tempat-tempat yang disebutkan di atas, disini saya akan menambahkan informasi kenikmatan kota Ponorogo yang lain. Kali ini saya tampilkan
Kuliner Ponorogo di waktu pagi – siang hari.
Petholo.
Sebuah makanan ringan yang berasal dari beras yang telah digiling dan dibentuk sedemikian menarik, dicampur dengan siraman kuah santan hangat. Kalau tidak salah, di Ponorogo Pedagang makanan ini baru saya temukan satu orang. (kalau ada tambahan, mohon informasi lebih lanjut….)
Makanan yang disajikan dalam mangkok ukuran sedang ini dapat anda nikmati bersama keluarga atau kerabat terdekat dikala Pagi menjelang siang. Menggunakan gerobak sederhana, seorang bapak-bapak separuh baya akan melayani anda menikmati hangatnya
Petholo Khas Ponorogo ini. Rute bapak ini antara lain seputaran Ponorogo kota. Range waktu, pukul 08.00 Wib – 12.00 Wib. Semangkok Petholo cukup dengan merogoh kocek sebesar Rp. 2.500,00 . Anda penasaran dengan rasanya???
Gethuk.
Seorang perempuan tua tengah berhenti di sebuah sudut jalan kota Ponorogo, nampak kesibukan perempuan dalam menyajikan sebuah makanan. (memarut kelapa… ) Laju kendaran sepeda saya tertarik untuk mencicipi makanan itu. Pertama melihat, saya langsung bisa menebak. Perempuan tersebut pasti menjual gethuk. Sebuah makanan tradisional yang berasal dari singkong dengan taburan kelapa parutan. Wow, jajanan ini merupakan favorit saya.
Setelah menunggu beberapa saat (ngantri…), tiba giliran saya pesan
Jajanan Gethuk ini. Dengan menukar Rp. 1.000,00 anda dapat menikmati
kenikmatan Gethuk. Ditambah dengan bungkusan daun pisang semakin terasa kesan jajanan tradisionalnya. Jajanan ini banyak tersebar di
kota POnorogo . Mulai dari pasar maupun penjual keliling.
Sebut saja namanya Mbok Supringah, di usianya yang telah senja beliau tetap menjajakan Gethuk setiap hari. Perempuan perkasa ini berasal dari Kecamatan Siman mengaku sudah 15 tahun lebih menekuni jualan Gethuk, setiap hari berjalan kaki menggendong gethuk mengitari kota Ponorogo dengan Gethuk seberat 10 Kg (berangkat dari rumah…) Saat saya wawancarai tentang pekerjaannya, “lha sagetipun nggih ngeten iki lho mas, badhe usaha linthu ipun mboten sagettt…” (Bisanya usaha seperti ini, mau usaha yang lain tidak bisa), tambah Bu Supringah.
Topik ini merupakan sebagian kecil dari
Jajanan Tradisional yang ada di kota Ponorogo. Lain waktu kita sambung lagi… Semoga informasi di atas dapat menjadi contoh sederhana untuk tetap melestarikan
Kuliner Tradisional Indonesia.
Mari jadikan Kuliner Indonesia
RAJA di Negeri Sendiri.
Komentar terbaru