<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog&#039;e Paguyuban Warga Ponorogo</title>
	<atom:link href="http://pawargo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pawargo.com</link>
	<description>Pawargo.com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Aug 2010 23:51:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Seniman tak kenal lelah, tidur dan bahkan makan</title>
		<link>http://pawargo.com/2010/08/29/seniman-tak-kenal-lelah-tidur-dan-makan/</link>
		<comments>http://pawargo.com/2010/08/29/seniman-tak-kenal-lelah-tidur-dan-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 23:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Pawargo</dc:creator>
				<category><![CDATA[pawargo indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[grup]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[reog]]></category>
		<category><![CDATA[reyog]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pawargo.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Pawargo.com &#8211; Beberapa hari yang lalu, TVRI menayangkan acara Budaya Cermin Bangsa. Acara yang dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik membahas tentang Potensi Pariwisata Indonesia. &#8220;Indonesia negara yang kaya, sehingga membuat iri negara lain untuk memilikinya&#8230;&#8221; kata beliau. Beliau juga menambahkan, seniman dan pelaku seni di Indonesia sangat tinggi antusiasnya untuk tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_282" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><strong><strong><img class="size-full wp-image-282" title="visit-indonesia-2010" src="http://pawargo.com/wp-content/uploads/2010/08/visit-indonesia-2010.png" alt="" width="320" height="198" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Visit Indonesia 2010</p></div>
<p><strong>Pawargo.com</strong> &#8211; Beberapa hari yang lalu, TVRI menayangkan acara Budaya Cermin Bangsa. Acara yang dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik membahas tentang Potensi Pariwisata Indonesia. &#8220;Indonesia negara yang kaya, sehingga membuat iri negara lain untuk memilikinya&#8230;&#8221; kata beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau juga menambahkan, seniman dan pelaku seni di Indonesia sangat tinggi antusiasnya untuk tetap melestarikan Seni dan Budaya Indonesia. &#8220;beliau-beliau (pelaku seniman) sampai lupa lelah, tidur, bahkan makan. Coba anda lihat bagaimana keadaan para seniman Indonesia??? di usia senja, beliau masih tetap sebagai pelaku seni.&#8221; tambahnya. Sudah sepantasnya Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan tertinggi bagi para seniman yang memang berhak mendapatkan. Hidup dengan seni dan tekad untuk tetap melestarikan kesenian Indonesia. Semoga generasi muda semakin banyak yang mempelajari Kebudayaan dan Kesenian.<span id="more-280"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kesenian Reyog/reog Ponorogo telah menjadi salah satu Ikon budaya Indonesia, bahkan penyebarannya kini telah mencapai penjuru dunia. Ratusan seniman reyog bertekad untuk melestarikan budaya berbudi luhung Asli Indonesia. Misal Grup Reyog di Amerika, mereka mengumpulkan dana secara sukarela untuk mendatangkan perangkat reyog lengkap. Kalau tidak salah, nilai perlalatannya mencapai $9000. <strong>Reyog Singolodoyo USA</strong> kini telah menjadi kesenian baru di negeri Amerika, hal ini dapat dilihat partisipasi <strong>SINGOLODOYO USA </strong>dalam beberapa acara nasional Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berikut artikel menarik yang kami temukan di <em>media Jawapos</em>.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_281" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-281" title="reyog surabaya" src="http://pawargo.com/wp-content/uploads/2010/08/reyog-surabaya.jpg" alt="" width="450" height="249" /><p class="wp-caption-text">Penggiat Reog Ponorogo</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<h3><strong>Penggiat Reog Ponorogo di Metropolis, Pekerjaan dan Kesenangan</strong></h3>
<p style="text-align: justify;"><em><strong> Tak Ada yang Malas karena Jadi Mata Pencaharian</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kesenian tradisional tak akan punah selama ada penggiatnya. Salah satu yang tetap bertahan dan cukup digandrungi adalah reog Ponorogo. Di Surabaya terdapat 64 unit reog. Namun, hanya sekitar 23 unit yang aktif tampil di festival maupun menggelar pertunjukan.<strong> -SEKARING RATRI ADANINGGAR-</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">WAJAHNYA merah, gigi bertaring, mata melotot, dan rambutnya panjang kemerahan. Raut muka menyeramkan itu menghiasi dinding ruang tamu Sugianto. &#8216;<em>&#8216;Itu namanya topeng ganongan,&#8221;</em> katanya sambil menunjuk dua topeng yang biasa dipakai pemain reog dengan kostum kaus merah bergaris putih dilapisi baju hitam itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tepat di bawah salah satu wajah sangar itu diletakkan sebuah topeng singo barong -biasa dipakai penari pembawa dadak merak&#8211; di atas kursi tamu. Hampir semua hiasan dinding rumah di kampung reog Kertajaya itu bertema reog. Klop dengan pemiliknya, Sugianto, yang sore itu berpakaian serba hitam plus udeng menghiasi kepalanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup Sugianto memang tak bisa lepas dari kesenian asal Ponorogo itu. Dia merupakan salah satu penggiat reog di metropolis. Reog Singo Mangkujoyo yang dipimpinnya, merupakan peguyuban reog legendaris di Surabaya. Itulah reog pertama di metropolis.</p>
<p style="text-align: justify;">Paguyuban dengan kekuatan 40 penari itu reputasnya juga sudah diakui di tingkat nasional. Mereka rajin mengikuti festival mulai tingkat regional sampai tingkat nasional. Berbagai kemenangan diraih, termasuk menjadi tiga besar dalam festival reog bergengsi, Grebeg Suro di Ponorogo.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengelola reog yang dibentuk pada 1963 itu kini sudah memasuki generasi ketiga. &#8220;<em>Yang mengawali berdirinya paguyuban ini bapak saya, Pak Wagiyo,&#8221;</em> kata Sugianto. <em>&#8221;Kemudian dilanjutkan kakak saya, Padijoyo, kemudian saya yang mengambil alih sekitar tahun 2000,&#8221;</em> lanjut pria 45 tahun itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelahiran <strong>Reog Singo Mangkujoyo</strong> diawali perjalanan Wagiyo yang merantau ke Surabaya. Pria asal Ngawi itu menghidupi diri sebagai penari jaranan keliling. Dalam perjalanannya, Wagiyo kemudian bergabung sebuah kelompok reog di bawah naungan perbekalan dan angkutan (bek-ang) Kodam V Brawijaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak berapa lama, dia mendirikan paguyuban reog kecil-kecilan. Tumbuh dan besar di kalangan reog, sejak kecil Gianto -panggilan Sugianto&#8211; sudah mahir menari ganongan. Beranjak dewasa, ayah dua putra itu beralih menjadi penari jatilan, menari menggunakan kuda lumping.<em> &#8220;Sebelum tahun 90-an, para penari jatil itu semuanya laki-laki,&#8221;</em> kata pria kelahiran 10 Oktober 1963 itu. <em>&#8221;Baru sekitar tahun 1995, mulai banyak penari jatil perempuan,&#8221;</em> lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Puas menjadi penari jatilan, dia menjajal posisi yang lebih berat, menjadi penari singo barong yang membawa dadak merak di atas kepala dengan cara digigit. <em>&#8220;Karena kakak saya jatuh sakit, jadi saya diminta mengambil alih paguyuban,&#8221;</em> tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapat tanggung jawab yang tidak enteng, Gianto berupaya keras memajukan paguyuban. Dia merangkul banyak pihak, khususnya pihak keluarga untuk membantunya. Kini, Reog Mangkujoyo total punya 100 personel, termasuk 40 penari yang hampir semuanya anggota keluarga besar Gianto. Mereka umumnya dari kalangan menengah ke bawah, semisal tukang becak, kuli batu, supir taksi hingga satpam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan latar belakang seperti itu, tak pelak mereka menjadikan reog sebagai matapencaharian utama. <strong><em>&#8220;Nari reog sudah jadi penggawean mereka Mbak,&#8221;</em></strong> kata suami Sumarmi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, Gianto tidak pernah kesulitan mengarahkan tim penarinya. <em>&#8220;Tak ada yang males-malesan, hampir semuanya disiplin,&#8221; </em>ujarnya. Berkat kedisplinan dan loyalitas itu, Reog Singo Mangkujoyo tak pernah sepi order. Bahkan, mereka sudah pernah mengunjungi Malaysia, Thailand, sampai Italia.</p>
<p style="text-align: justify;">Gianto mengakui, gempuran budaya asing membuat dia bekerja ekstrakeras untuk mempertahankan reog. Caranya, antara lain menambah atraksi dan akrobat serta memperkaya tari kreasi tradisional dalam pertunjukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak jarang mereka menampilkan atraksi ekstrem, semisal makan pecahan kaca atau menusuk badan dengan besi. &#8220;<em>Kalau tidak begitu, ya kalah sama pertunjukan kebudayaan dari luar,&#8221;</em> ujar Gianto juga bertindak sebagai pelatih tari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal, untuk membuat atraksi semacam itu tidak mudah. Untuk atraksi makan beling misalnya, penari jaranan harus dibuat kesurupan. <em>&#8221;Kondisi kesurupan tersebut dipandu seorang pawang. Dialah yang mengawali sekaligus mengakhiri kondisi kesurupan itu,&#8221;</em> tutur Gianto. Penari ini menyadari, seusai pertunjukan dia akan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penari yang bertugas membawa dadak merak juga harus melakukan ritual sebelum pentas. Mereka memang diwajibkan punya ilmu kebatinan. Sebelum pentas, biasanya mereka berpuasa selama tiga hari. Dua hari pertama, hanya boleh makan nasi putih. Pada hari terakhir, tidak makan dan minum sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka juga harus berlatih fisik. Caranya mirip latihan angkat besi. Hanya, beban yang diangkat berupa tiang bambu yang diberi besi cor-coran. Beban tersebut tak diangkat dengan tangan, melainkan dengan gigi. Dengan posisi rebahan, mereka bergerak naik turun, mirip sit up.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika reog pimpinan Gianto menjadikan tumpuhan hidup, p<strong>aguyuban reog Singo Projo Wijoyo</strong> merupakan wadah berkesenian. <em>&#8220;Saya ini sangat menggemari seni tari. Dulu saya pernah jaya waktu jadi penari ketoprak di kampung saya, Wonogiri,&#8221;</em> kata Somin Riyanto, pemilik Singo Projo Wijoyo, tergelak.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, ketika ada reog dijual, pria 52 tahun itu pun membelinya. <em>&#8220;Sekitar setahun lalu, ada orang yang menjual reognya. Alasannya, alat-alatnya lengkap tapi personel tidak ada,&#8221;</em> kata pria asli Wonogiri itu. <em>&#8221;Waktu itu saya tak lagi main gamelan, jadi saya beli,&#8221;</em> lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Somin memang menggemari seni. Dia kerap kali jadi <strong>wirasworo, penyanyi pria dalam kelompok karawitan</strong>. Di tangan ayah empat anak itu, reog yang kemudian diberi nama paguyuban <strong>Reog Singo Projo</strong>, berkembang pesat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pria yang tinggal di kawasan Bendul Merisi itu terus berupaya melengkapi personelnya. Dia mengajak anak-anak muda di sekitar rumahnya untuk bergabung dengan reog miliknya. Sekitar 30 personel berhasil direkrut. Namun, pria kelahiran 7 Januari 1956 itu mengakui tidak gampang merekrut personel. <em><strong>&#8220;Salah satu kendala mengembangkan reog itu ya susah ngajak anak muda,&#8221; </strong></em>keluhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain memberdayakan tetangga sekitar, Somin juga giat mempromosikan reognya ke pusat-pusat perbelanjaan. <em>&#8220;Saya biasanya menyebar brosur atau datang langsung ke bagian marketing mal untuk memberikan informasi tentang reog saya,&#8221; </em>katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, untuk membuktikan keseriusannya, Somin menyedikan pelatih tari. Masalah transportasi juga tidak ada masalah. <em>&#8220;Saya menyediakan tiga mobil untuk transportasi,&#8221;</em> ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkat keseriusannya, Somin diangkat menjadi pengurus <strong>Persatuan Unit Reog Surabaya</strong>. Selain itu, kiprah reog binaannya juga mulai berkibar, termasuk tampil di berbagai even dalam dan luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, Gianto maupun Somin mengaku prihatin dengan kondisi reog Surabaya. &#8220;<em>Selain tidak banyak yang aktif, mereka juga selalu kekurangan personel,&#8221; </em>kata Somin. Karena itu, pinjam-meminjam personel antarpaguyuban merupakan hal biasa. (cfu)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pawargo.com/2010/08/29/seniman-tak-kenal-lelah-tidur-dan-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Malam, hiburan warga Ponorogo.</title>
		<link>http://pawargo.com/2010/08/28/pasar-malam-hiburan-warga-ponorogo/</link>
		<comments>http://pawargo.com/2010/08/28/pasar-malam-hiburan-warga-ponorogo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 13:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Pawargo</dc:creator>
				<category><![CDATA[pawargo indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pasar malam]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan fair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pawargo.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Pawargo.com &#8211; Menikmati keindahan Kota Ponorogo rasanya belum lengkap bila belum mengunjungi Pasar Malam. Ratusan pedagang memenuhi tanah lapang yang berada di tengah Kota Ponorogo, beraneka macam barang dan jasa ditawarkan ditempat ini. Pasar malam Ponorogo menjadi agenda rutin, hampir kurang lebih 2 &#8211; 3 kali diakan setiap tahunnya. Hiburan murah meriah ini menjadi daya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_274" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-274" title="pasar-malam-ponorogo" src="http://pawargo.com/wp-content/uploads/2010/08/pasar-malam-ponorogo-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Suasana Pasar Malam Ponorog</p></div>
<p>Pawargo.com &#8211; Menikmati keindahan Kota Ponorogo rasanya belum lengkap bila belum mengunjungi <a href="http://pawargo.com/2009/09/29/menikmati-suasana-pasar-malam-ponorogo/" target="_blank">Pasar Malam</a>. Ratusan pedagang memenuhi tanah lapang yang berada di tengah Kota Ponorogo, beraneka macam barang dan jasa ditawarkan ditempat ini. Pasar malam Ponorogo menjadi agenda rutin, hampir kurang lebih 2 &#8211; 3 kali diakan setiap tahunnya. Hiburan murah meriah ini menjadi daya tarik sendiri bagi warga Ponorogo. Ribuan warga Ponorogo berduyun-duyun dengan menggunakan kendaraan angkutan yang disewa secara swadaya bersama, bila anda berkunjung ke Ponorogo saat Pasar Malam tiba, siap-siap menghela nafas karena banyaknya kendaraan angkutan warga Ponorogo dari segala pelosok desa. <span id="more-273"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut salah satu artikel dari sedulur <strong>Anik Miftahul Jannah </strong>di <a href="http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/08/15/alun-alun-kota-ponorogo-yang-identik-dengan-pasar-malamnya/" target="_blank">wisata.kompasiana.com</a><strong> </strong>tentang <strong>&#8220;Alon-alon Ponorogo identik dengan pasar malamnya&#8221;<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Alun Alun di setiap kota di Indonesia memiliki ciri yang unik dan menarik, tiap kota pasti berbeda penataan dan memiliki keunikan tersendiri. Begitu juga Alun-Alun  di kota kami yaitu di kota Ponorogo Jawa Timur.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 410px"><img title="Pasar Malam Ponorogo" src="http://2.bp.blogspot.com/_H6c8DMmf1AI/SsHfQ5E_CTI/AAAAAAAABKc/D6fGg125jVs/s400/jualan-topeng-reyog.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Pasar Malam Ponorogo</p></div>
<p>Alun-Alun adalah sebuah tempat dimana sering diadakan berbagai jenis acara ditempat tersebut. Dari upacara bendera, tempat diadakan berbagai lomba semacam Agustusan, dan juga Alun-Alun Kota Ponorogo sangat identik dengan adanya sebuah pasar malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Alun-Alun Kota Ponorogo adalah berupa tanah lapang dimana  di keempat sudutnya berdiri beberapa patung singa simbol dari kesenian Reyog Ponorogo. Dibagian barat Alun-Alun berdiri beberapa stan tempat menjual berbagai pernik mulai dari sepatu, sandal, tas, aksesoris handphone, buah-buahan dan terlihat di bagian barat Alun-Alun berdiri sebuah Masjid dengan arsitektur berwarna hijau.</p>
<p style="text-align: justify;">Dibagian selatan Alun-Alun, berdiri beberapa stan juga dan pusat perbelanjaan yang bernama Ponorogo Permai dan sering disingkat oleh kebanyakan orang dengan sebutan Poper. Dibagian Timur berdiri sebuah gedung film bernama Apollo tapi beberapa tahun tidak beroperasi entah apa sebabnya. Dibagian utara Alun-Alun adalah tempat berpusatnya kantor pemerintahan kabupaten dimulai dari Pendapa kabupaten, Gedung Pemkab kab. Ponorogo yaitu Tempat kantor pusat  Bupati, di sebelahnya yang masih saya ingat adalah berdiri sebuah radio pemerintah bernama RKPD Ponorogo. hehe…menjadi teringat beberapa tahun yang lalu sering mendengarkan radio ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bercerita tentang keadaan Alun-Alun pasti identik dengan adanya  pasar malam dan segala hal yang ada didalamnya. pasti anda sekalian sudah pernah mengetahui dan melihatnya secara langsung. Mungkin di kota anda atau anda pernah mampir atau mengunjungi sebuah kota yang pada saat itu kebetulan diselenggarakan sebuah acara yaitu Pasar Malam. Begitu juga dengan Alun-Alun di kota kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan-jalan kami kali ini bersama keluarga adalah ke <a href="http://pawargo.com/2009/09/29/menikmati-suasana-pasar-malam-ponorogo/" target="_blank">Pasar Malam kota Ponorogo tercinta</a>. Waktu mudik kemarin saya 3X mengunjungi Pasar Malam di kota kami ini.  pertama, kurang 1 hari saat Idul fitri, kedua hari ke-5 saat Idul Fitri dan terakhir ketika saya akan kembali bekerja ke Hong kong lagi sekalian mencari oleh oleh buat majikan dan saudara yang berada di tanah rantau.hehe…ini juga termasuk traveling toh, walaupun hanya jalan-jalan di seputaran kota saja ^_^.</p>
<p style="text-align: justify;">Mudik Idul Fitri 2009 kemarin kami sengaja “mlaku-mlaku bareng” atau ”jalan-jalan bareng”. Karena waktu libur yang dikasih majikan saya di Hong Kong hanya 2 minggu saja, otomatis saya hanya jalan jalan di seputaran kota Ponorogo. Bersama bapak, kakak dan adik (karena ibu ada urusan lain jadi beliau tidak ikut dalam jjs kali ini) lah saya mengujungi Pasar Malam kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun tidak pulang ke tanah air, saya semakin takjub dengan perkembangan kota Ponorogo tercinta. banyak sekali perubahan perubahan  di setiap pojok kota ini, dari banyaknya lampu merah di setiap perempatan kota dan berbagai bangunan baru di setiap sudut sudut kota Ponorogo.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Plesir ke Telaga Ngebel, mudik kemarin saya rame rame mengajak kakak dan adik yang kebetulan mereka mendapatkan jatah libur dari tempat kerjanya. mengajak mereka serasa reuni saat masa kecil kami bertiga….hehe. Menjadi teringat saat masa kecil, ketika itu orangtua kami mengajak jalan pertama kali ke kota.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal yang dimaksud kota menurut pandangan kami adalah pusat kota Ponorogo yang dimulai dari Alun-Alun Kota, Pasar Legi (setelah terjadi kebakaran beberapa waktu lalu. nama Pasar Legi berganti dengan Pasar Songgolangit), dan tempat  yang  banyak dikunjungi kebanyakan orang. Pertama kali diajak ke Kota, rasa kagum seakan menyeruak dalam pandangan kami bertiga. Karena kami yang hanya anak  desa ketika diajak jalan ke kota, seketika ada rasa yang berbeda dalam pandangan kami bertiga ketika itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Inikah keramaian kota yang sering menjadi pembicaraan kebanyakan orang di kampung kami? begitulah rasa heran dan takjub berkali-kali menari-nari dalam benak kami masing masing. bahkan rasa takjub itu sampai terbawa ke alam mimpi….</p>
<p style="text-align: justify;">Saya masih ingat, ketika pergi ke kota bapak membonceng kakak dan adik saya, dan ibu membonceng saya dengan sepeda angin masing-masing. Dan sampai sekarang ketika kami sudah bekerja jauh di perantauan, sepeda angin yang dipunyai bapak  ibu masih ada dan beliau gunakan kemana saja. duh, saya menjadi kangen ingin bersepeda keliling kampung kami di pelosok kota Ponorogo sana^^</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img title="jajanan-jipang" src="http://4.bp.blogspot.com/_H6c8DMmf1AI/SsHfxwxVXYI/AAAAAAAABLM/79UyApAidv0/s400/jajan-jipang.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jajanan Jipang</p></div>
<p>Apalagi, ketika kami diajak bapak ke Pasar Malam di Alun-Alun kota Ponorogo dan sepulangnya di tangan kami masing-masing ada sebungkus Kue Putu. rasa bahagia langsung merona dalam wajah kami bertiga. tak ada mainan apapun yang menjadi oleh oleh sepulangnya dari Pasar Malam ketika itu, hanya sebungkus Kue Putu. hanya itu, tapi kami merasa sungguh bahagia mendapat oleh-oleh tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Melanjutkan cerita tentang <a href="http://pawargo.com/2010/08/28/pasar-malam-hiburan-warga-ponorogo/" target="_blank">Pasar Malam</a>, Kenapa dinamakan dengan Pasar Malam?! Kenapa tidak Pasar Pagi, Pasar Siang atau Pasar Sore saja?!</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, Sebuah Pasar Malam-pun tidak hanya pada saat malam hari pengunjung berdatangan, pada pagi hari, siang hari, ataupun sore hari para pengunjung  yang berjubel, berdatangan kepasar ini. Yang paling ramai adalah pada saat malam hari setelah bakdha Maghrib, dipastikan pengunjung yang kebanyakan datang bersama keluarga yang hanya sekedar berjalan-jalan, melihat keramaian pasar malam ini dengan segala keunikan nya, membeli sesuatu yang tidak ditemui pada hari-hari biasa ditempat ini otomatis kalau kita mencari barang yang kita butuhkan pasti akan kita temukan. Dengan harga yang miring pula dan tentu dengan kualitas yang hampir sama [pengalaman pribadi]. Nah maka kita kebanyakan akan menyebutnya dengan Pasar Malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasar Malam yang berada di kota kami pun mempunyai keunikan tersendiri, tidak setiap malam pasar ini diadakan. Kita akan menemui Pasar Malam ini pada  1 minggu sebelum Idul Fitri tiba, Pada 5 hari sebelum tanggal 1 Hijriyah  dan sekitar bulan Agustus lah, Pasar Malam dikota kami diadakan. dan pada bulan Hijriyah tiap tahun nya diadakan pula lomba Reyog Nasional, bukan saja pesertanya dari kota Ponorogo saja tetapi dari seluruh propinsi di Indonesia, bahkan ada peserta dari   luar Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai macam penjual pun menjajakan dagangannya di dalam Pasar Malam ini.Disepanjang jalan menuju Alun-Alun kota Ponorogo saat malam hari, dipastikan akan banyak tempat penitipan Mobil, sepeda motor yang full akan para pengunjung yang menitipkan kendaraan bermotornya. Di seputaran Alun-Alun kota tempat acara berlangsung, hirup pikuk pengunjung datang dan pergi. Kita yang hanya ingin sekedar menikmati malam hari di Alun Alun kota bisa duduk disekitar Pendapa Alun Alun Kota atau di trotoar yang disitu ada banyak penjual jagung bakar manis  &amp; pedas yang bisa kita pesan sesuai selera tentu dengan harga yang murah meriah pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga berbagai penjual yang menjajakan berupa-rupa jualannya, ada Tahu Petis, Kacang Rebus, Kue Putu, Manisan Gula Gula, Martabak, Sate Ayam khas Ponorogo, Soto Ayam, Rawon, Bakso, Nasi Goreng dan penjual  yang lain yang menjajakan jualannya di setiap stan stan yang mereka sewa dengan menggunakan gerobak yang didesain sedemikian rupa. Dan keluarga kami paling menyukai Tahu Petis yang dijajakan di Alun Alun kota ini, dan dipastikan setiap mengunjungi <a href="http://pawargo.com/2010/08/28/pasar-malam-hiburan-warga-ponorogo/" target="_blank">Pasar Malam</a> tidak pernah lupa akan oleh oleh yang satu ini. Murah meriah dan enak rasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di seputaran Alun Alun kota, kita yang ingin mengelilinginya bukan dengan jalan kaki, pun dimanjakan dengan berbagai Andong/Delman yang bersedia mengantarkan kita keliling Alun Alun. Seorang Kusir yang berpakaian khas hitam hitam ala Warok jaman dahulu kala dengan senyum ramahnya akan membawa kita mengelilingi Alun Alun dengan tarif yang murah saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Didalam <a href="http://pawargo.com/2009/09/29/menikmati-suasana-pasar-malam-ponorogo/" target="_blank">Pasar Malam</a>, ada banyak penjual menjajakan dagangannya. Ada penjual berbagai macam jenis baju, ada baju dewasa anak anak, baju muslim, baju batik berbagai mode, jilbab &amp; mukena, penjual pernak pernik oleh oleh khas Kota Ponorogo ada Reyog mini, kaos bertuliskan Reyog Ponorogo Indonesia, penjual Vcd, sampai stan yang menjajakan kebutuhan ibu rumah tangga pun tersedia di tempat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga stan yang menjual  panci, wajan dan semua hal yang berkaitan dengan dunia dapur. ada pula stan penjual bunga asli dari mulai bonsai, berbagai jenis bunga: Anggrek, Gelombang Cinta, bunga bunga yang lain pun tersedia disini.</p>
<p style="text-align: justify;">Disudut tempat lain, kita yang ingin mencari celengan jaman dulu kala semisal berbentuk ayam-ayaman, sapi-sapian,kuda-kudaan,harimau-harimauan pun tersedia juga, yang kesemuanya berasal dari bahan tanah liat yang dibakar dan dicat sedemikian rupa. Tentu kita pun harus pintar menawarnya, agar kita tidak terkecoh dengan harga yang ditawarkan oleh penjualnya. ada juga bermacam-macam mainan anak anak tersedia di Pasar Malam ini dimulai dari komodi putar, mobil-mobilan dan lain sebagainya.<br />
Ditambah lagi, di berbagai sudut di stan mereka masing masing ada juga yang menjual berbagai rupa rupa yaitu oleh-oleh khas kota Ponorogo dimulai dari Jenang Ketan pak Teguh di jalan Wibisono yang terkenal enak karena bungkusnya pun unik menyerupai bungkusan dodol, jadi banyak yang mengira makanan tersebut adalah dodol tapi setelah mencicipi eh ternyata adalah Jenang Ketan. dan pilihan Jenangnya pun beragam, ada Jenang Waluh, Jenang Krisik, dan jenis jenang lainnya. ada pula oleh oleh lain semacam keripik dan kue kue dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img title="Kirab-pusaka" src="http://1.bp.blogspot.com/_H6c8DMmf1AI/S40yPrMzNaI/AAAAAAAABfQ/D3lRT4YITZU/s400/kirab-pusaka-grebeg-suro-2009-5134.JPG" alt="" width="400" height="266" /><p class="wp-caption-text">Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo</p></div>
<p>Jika anda nanti menyempatkan berkunjung ke kota Ponorogo, silahkan menikmati juga Kirab Karnaval pada tanggal 1 Hijriyah yang tahun lalu diadakan tanggal 18 Desember, untuk tahun ini saya belum mendapat kabar kapan acara tersebut akan diadakan kembali. Saat kirab ini yang dimulai dari Kota Lama menuju Kota Baru, yaitu dari seputaran makam Batoro Katong (pendiri kota Ponorogo) menuju Alun Alun kota, kita akan menikmati sajian berbagai macam hal dari keunikan karnaval di kota kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada puluhan Delman yang dihias sedemikian rupa yang didalamnya penumpang dari mulai Bupati, Para instansi pemerintahan dari mulai kepala desa, camat sampai Pemenang lomba ke-putri-an di Ponorogo yaitu Kakang Senduk, akan berhias dengan cantik dan gagahnya. ada pula dari sekolah sekolah di kota Ponorogo yang menampilkan berbagai atraksi semisal drum band, berbagai siswa berhias sedemikian rupa. di tambah lagi biasanya ada sekelompok instansi pemerintah yang menampilkan kesenian asli kota Ponorogo yaitu Reyog juga mengikuti karnaval di setiap tahunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak pengunjung dari kota tetangga dan bahkan luar kota, bahkan ada beberapa wisatawan asing rela berjubel dengan warga sekitar hanya untuk menikmati Kirab yang diadakan 1 tahun sekali di kota Ponorogo ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Yuk,kita sama sama menikmati Pasar Malam di kota kami ya. Hehe…saat ini hanya bisa membayangkan saja tentunya. Menikmati Tahu Petis, ataupun Jagung Bakar yang yummy yummy rasanya….<br />
Menuliskan cerita perjalanan kami ini, serasa saya balik ke kampung halaman kembali. Yuk…nanti ramai-ramai datang ke kota Ponorogo ya….(Promosi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pawargo.com/2010/08/28/pasar-malam-hiburan-warga-ponorogo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Polyphonic : band Reggae Ponorogo</title>
		<link>http://pawargo.com/2010/08/23/the-polyphonic-band-reggae-ponorogo/</link>
		<comments>http://pawargo.com/2010/08/23/the-polyphonic-band-reggae-ponorogo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 19:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Pawargo</dc:creator>
				<category><![CDATA[komunitas ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[polyphonic]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[reagee]]></category>
		<category><![CDATA[story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pawargo.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Pawargo.com &#8211; Mengenal Ponorogo lebih jauh tentu akan banyak materi yang akan dibahas/pelajari. Kalau biasanya seputar Reyog Ponorogo ataupun tempat wisata, kegiatan daerah dll, kali ini team POzone akan mengajak Poro Sedulur mengenal sebuah grup band dari Kota Ponorogo. Mungkin banyak grup band bermunculan di Ponorogo dan berbagai macam aliran, mulai dari rock, pop, hip-hop, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_265" class="wp-caption aligncenter" style="width: 475px"><strong><strong><img class="size-full wp-image-265" title="polyphonic-band-reagee-ponorogo" src="http://pawargo.com/wp-content/uploads/2010/08/polyphonic-band-reagee-ponorogo.jpg" alt="Bob Marley, Steven and The Coconuttreez, Shaggy Dog,Tony Q Rastafara" width="465" height="348" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">The Polyphonic</p></div>
<p><strong>Pawargo.com</strong> &#8211; Mengenal Ponorogo lebih jauh tentu akan banyak materi yang akan dibahas/pelajari. Kalau biasanya seputar Reyog Ponorogo ataupun tempat wisata, kegiatan daerah dll, kali ini team POzone akan mengajak Poro Sedulur mengenal sebuah grup band dari Kota Ponorogo.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin banyak grup band bermunculan di Ponorogo dan berbagai macam aliran, mulai dari rock, pop, hip-hop, dll. Perkembangan musik di bumi reyog telah mengalami banyak kemajuan, hal ini dapat mulai dilihat dari adanya studio rekaman di Ponorogo.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu band yang akan kami angkat kali ini adalah THE POLYPHONIC.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari berkenalan dengan grup band ini.<span id="more-264"></span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;"><strong>Story Band</strong></span></h2>
<p style="text-align: justify;">Kami membentuk band ini dengan tujuan menyalurkan bakat dan aspirasi kami dalam bermusik, untuk bisa mengikuti maraknya belantika musik indie di Ponorogo dan di Indonesia. Sebenarnya band ini awalnya terbentuk pada tanggal 06 Juni 2007, dengan nama Polyphonic band.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu kami ingin tampil di acara perpisahan sekolah,di SMA BAKTI PONOROGO, dengan personil yang masih apa adanya, fourel(drum) Aven(guitar) Chicky(Bass) Franz(Vocal) dan Rendy (keybord).</p>
<p style="text-align: justify;">Franz (vocal) dan Rendy (keyboardist) yang ikut membentuk nama The POLYPHONIC, mengundurkan diri dari band. Para personil yang masih tersisa tetap akan meneruskan band ini, dan kami telah memutuskan untuk membentuk band baru dengan formasi baru , personil, dan warna musik yang berbeda dari yang sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya personil baru kami yaitu Java (vocalist) Yoe (guitar) Rendro (Keyboard) Loco Bucharest Chaffa (Percussions n backing vocal) Zaym parx (Percussions) Aris Jiwa (percussions) dan Jeyje (Pianika) maka secara otomatis akan menambah semangat kami dalam bermain musik.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Asal usul nama <em><span style="color: #ff0000;">The</span> <span style="color: #ffff00;">POLY</span><span style="color: #808000;">PHONIC</span></em> band</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Nama the POLYPHONIC sebenarnya kami dapatkan setelah kami termotivasi dari kata monotone.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami ingin menemukan kata yang berarti, bermakna, memasyarakat dan akhirnya kami temukan The POLYPHONIC.</p>
<p style="text-align: justify;">The POLYPHONIC  ialah menggalir berbagai suara, merdu, dan tidak monotone , sehingga kami sangat yakin dengan nama The POLYPHONIC ini untuk bisa membimbing kami untuk menciptakan MUSIK yg MENGGALIR  BANYAK  SUARA, MERDU DAN TIDAK MONOTONE.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah salah satu karya The Polyphonic Band.</p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/iRJwbkVk9Wo?fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/iRJwbkVk9Wo?fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Salam kesederhanaan untukmu selalu, Polyphonic.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pawargo.com/2010/08/23/the-polyphonic-band-reggae-ponorogo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reyog sambut Kapal Pesiar Mewah Albatros</title>
		<link>http://pawargo.com/2010/08/23/reyog-sambut-kapal-pesiar-mewah-albatros/</link>
		<comments>http://pawargo.com/2010/08/23/reyog-sambut-kapal-pesiar-mewah-albatros/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 19:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Pawargo</dc:creator>
				<category><![CDATA[pawargo indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kapal]]></category>
		<category><![CDATA[pawargo]]></category>
		<category><![CDATA[pesiar]]></category>
		<category><![CDATA[Reyog sambut Kapal Pesiar Mewah Albatros]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pawargo.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Pawargo.com &#8211; Setelah 12 tahun tak pernah dikunjungi kapal pesiar, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akhirnya kembali didatangi kapal pesiar. Kali ini, Kapal pesiar Albatros asal Jerman berbobot 28.000 gross tonnage (GT) yang mengangkut 600 wisatawan manca negara asal Jerman dengan 339 awak kapal singgah selama enam jam di Surabaya. Kunjungan kapal pesiar Albatros ke Surabaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_259" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://pawargo.com/wp-content/uploads/2010/08/Reyog-menyambut-kapal.jpg"><img class="size-full wp-image-259" title="Reyog-menyambut-kapal" src="http://pawargo.com/wp-content/uploads/2010/08/Reyog-menyambut-kapal.jpg" alt="Reog Ponorogo menyambut penumpang kapal pesiar MS Albatross" width="600" height="285" /></a><p class="wp-caption-text">Kesenian Reog Ponorogo menyambut penumpang kapal pesiar MS Albatross saat sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/3/2010) - KOMPAS/HERU SRI KUMORO</p></div>
<p>Pawargo.com &#8211; Setelah 12 tahun tak pernah dikunjungi kapal pesiar, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akhirnya kembali didatangi kapal pesiar. Kali ini, Kapal pesiar Albatros asal Jerman berbobot 28.000 gross tonnage (GT) yang mengangkut 600 wisatawan manca negara asal Jerman dengan 339 awak kapal singgah selama enam jam di Surabaya.<br />
Kunjungan kapal pesiar Albatros ke Surabaya tergolong sangat singkat. Dalam kesempatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya melalui <strong>Surabaya Tourism Promotion Boar (STPB)</strong> menyiapkan Program City Tour dan Bromo Sunrise Tour bagi para wisatawan mancanegara yang menumpang kapal pesiar Albatros.<span id="more-258"></span></p>
<p>Sebanyak 230 penumpang mengikuti Program City Tour melalui kunjungan ke sejumlah tempat-tempat wisata di Surabaya, seperti Museum rokok House of Sampoerna, Tugu Pahlawan, Kembang Jepun, Sunan Ampel, Monumen Kapal Selam, Pasar Bunga Kayoon, Gedung Grahadi, dan melihat karapan sapi di Kenjeran Park. Sedangkan, sekitar 30 wisatawan mengikuti Bromo Sunrise Tour ke Gunung Bromo.</p>
<p>Sementara itu, sekitar 300 lebih wisatawan asing yang tak mengikuti program tur memilih tinggal di kapal pesiar dan berjalan-jalan di daerah sekitar pelabuhan serta Kota Surabaya. Werner (50) dan Roth Gasi (49) wisatawan asal Jerman sempat kebingungan mencari angkutan yang bisa mengantar mereka ke berkeliling Surabaya. &#8220;Bagaimana kami bisa sampai ke kota? Kami harus naik kendaraan apa?&#8221; kata Roth agak kebingungan.</p>
<p>Tak hanya Werner dan Roth, beberapa wisatawan lain juga terpaksa jalan kaki hingga ke sejumlah tempat tanpa ada siapa pun yang memandu. Fasilitas bus pengantar tampaknya hanya disiapkan bagi para wisatawan asing yang mengikuti program tur. Sedangkan, wisatawan yang lain dibiarkan begitu saja.</p>
<p>Andri (40) salah seorang pemandu wisata menyatakan, di Bali, begitu wisatawan asing tiba di dekat pelabuhan atau bandara armada taksi langsung siap sedia. Namun, di Surabaya situasinya berbeda. Sebagian wisatawan justru dilepas begitu saja. Sebelumnya, di awal kedatangan Kapal pesiar Albatros, penyambutan rombongan kapal pesiar Albatros berlangsung agak istimewa.</p>
<p>Begitu bersandar di Dermaga Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, para wisatawan langsung disambut dengan kesenian Reog Ponorogo. Bahkan, ruang tunggu Dermaga Nusantara dan Gapura Surya harus ditutup dan disterilkan saat para wisatawan asing tiba. Masing-masing wisatawan juga disambut dengan pemberian untaian kalung bunga melati dari panitia. Mereka diterima di ruang VIP penumpang yang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Di ruangan penumpang juga tersedia berbagai stan penukaran mata uang asing serta penjualan barang-barang kerajinan tangan khas Jawa Timur.<br />
<strong> Sumber : Kompas.com &#8211; Penulis: ABK   |   Editor: made</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pawargo.com/2010/08/23/reyog-sambut-kapal-pesiar-mewah-albatros/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Munggahan Pawargo Serang</title>
		<link>http://pawargo.com/2010/08/15/munggahan-pawargo-serang/</link>
		<comments>http://pawargo.com/2010/08/15/munggahan-pawargo-serang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 16:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Pawargo</dc:creator>
				<category><![CDATA[pawargo indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[paguyuban]]></category>
		<category><![CDATA[pawargo]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[serang]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pawargo.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[by St Rochmah on Saturday, August 14, 2010 jam 10:58pm Minggu, 8 Agustus 2010. Undangan itu tertulis jam 13.00 WIB, tapi rupanya jam 14.30 kami baru bisa berangkat ke rumah pak Sugeng di Banjar Asri Serang.Sampai di sana, ternyata sudah ngumpul semua bahkan ada Pak Drs.Imam Tohari MA, yang sudah lama sekali absen di Pawargo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">by St Rochmah on Saturday, August 14, 2010 jam 10:58pm</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_253" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-253" title="pawargo-serang" src="http://pawargo.com/wp-content/uploads/2010/08/pawargo-serang-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Pawargo  Serang</p></div>
<p>Minggu, 8 Agustus 2010. Undangan itu tertulis jam 13.00 WIB, tapi rupanya jam 14.30 kami baru bisa berangkat ke rumah pak Sugeng di Banjar Asri Serang.Sampai di sana, ternyata sudah ngumpul semua bahkan ada Pak Drs.Imam Tohari MA, yang sudah lama sekali absen di Pawargo Serang. Alhamdulillah bahkan semalam pun Pak Tohari dengan Pak sugeng juga ke rumah untuk ke Cilegon, katanya sih ke rumah pak Haji Prayit, biasa silaturahmi menjelang puasa.Pak Yoyok juga datang, biasalah &#8230; sendirian.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Murtado dengan istrinya juga datang,Pak Marjuni, sendirian habis ngajar bahkan masih menggunakan baju resmi (bathik). Pak sukamto ga datang, tapi istrinya dan anak-anaknya lengkap datang semuanyaPak Haji suwarno, sudah dua pertemuan ini ga datang katanya lagi umroh.Pak kyai enting Kasman, entahlah ga pernah datang sudah lama banget sibuk dengan jamaahnya kali. <span id="more-252"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Jamburi juga sama, ga pernah datang, entah ga ada penjelasnnya.Entahlah pertemuan ini untuk apa, mau dibagaimanakan kayaknya makin ga jelas saja, anggotanya pada sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga untuk bertemu sekedar bersilaturahmi saja kok kayaknya berat banget, padahal dalam silaturahmi itu banyak doa, umur panjang, rizki, dosa yang diampuni,dan keberkahan yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada tradisi &#8220;Munggahan&#8221; yang biasanya dilakukan menjelang puasa ramadhan oleh masyarakat Serang, aku sendiri juga tak tahu apa arti kata tersebut, hanya tahunya saat munggahan akan ada bingkisan dari kantor hahahaha.Ketika semuanya pamitan, satu persatu anggota pulang arisan baru dikocok, yang keluar ? hahaha Pak Yoyok artinya nanti Pawargo akan diselenggarakan di Kramat watu, biasane nanggap reog. Oh ya denger-denger acara halal bihalal tahun ini akan diselenggarakan di Cilegon, dengan catatan tanpa dipungut biaya, alias bawa kue masing-masing sehingga tidak merepotkan sang tuan rumah.﻿</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pawargo.com/2010/08/15/munggahan-pawargo-serang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
